BEWARE! A TATOO CAN MAKE YOU TURN INTO A BITCH

For god shakes, I hate when peoples are tends to lost by their common interpretations. This is for the second time someone gets scared of one of my photograph with tattoo prints in my back shoulder. Dammed I really hate that reaction. It seems like I almost can guess what’s gonna widely describe in their perception about a woman named leoni. Hell yeah the may even think how wild and bitchy I am. Sadly I can't do anything to avoid it because the world had design what they have thought in their mind a long long time ago since they were born and what a photograph can do in one blink of their eyes will not make any differences. I hate when people starts tomake a prejudiced and give a general judgment about someone else only by his or her one capture of a photograph. Anyway it’s just a tattoo, since when the tattoo have a motivation to kill and become their worst nightmare. That kind of people seems to live in their shrink, small, captivated world. A world which makes them learn that tattoo is something that belongs to the criminal, a night life, a rebellion to a normal life. Something that they thought shouldn’t be had by any women in their skins. Goddamit! How far they would learn to life with that kind of interpretation so that they can feels that their life is better and become the most appropriate life compare with any woman who has a tattoo. It just sucks anyway. Fucked them all! Fucked for what they thought that others are just a shit! A crap and a bitch for having a kind of tattoo..

                            

FRAME TO FRAME

Ini hanya sebuah cerita mengenai keyakinan, ambisi, cemburu, cinta dan konspirasi. Sebuah elegi apik dari perjalanan frame to frame foto, yang sedikitnya memiliki cuplikan menarik apabila ia disusun dalam barisan-barisan ekspresi dan peranan.
Ada Nyonya Nancy yang setiap kenyataan hidupnya tidak pernah lepas dari derang dering handphone, sibuk mondar mandir sana sini menerima berbagai macam orderan. Mulai dari urusan selangkangan sampai urusan sabu menyabu. Lalu ada Tracy, asisten Nyonya Nancy yang sudah dianggap anaknya sendiri. Seorang perempuan yang lebih memilih untuk tidak memilih jenis kelamin bagi dirinya. Kepatuhannya pada Nyonya Nancy membuatnya bisa memerankan apa saja untuk sang Nyonya. Hingga pada suatu ketika Nyonya Nancy merasa perlu untuk memberi pelajaran hidup metropolis pada anak didiknya yang bernama Betty, ia adalah mahluk hasil transeksual yang bisa dibilang cukup berhasil dalam mengumpulkan klien-klien berdompet tebal. Betty memang mulai menunjukan geliat kenakalannya di sela-sela menerima panggilan langganannya. Nyonya Nancy mendapat laporan bahwa Betty sering kabur-kaburan setiap sopir datang untuk mendrop ataupun menjemputnya. Untuk membuktikan hal tersebut diperkerjakanlah Tracy. Suatu malam ketika Betty keluar dari lobby hotel bintang lima setelah melakukan pekerjaan seperti biasanya, Tracy berinisiatif membuntutinya dari belakang....

THIS IS HOW I FULFILL MY ORAL INSUFFICIENT NEEDS

KEEP TALKING ALL THE TIME. No wonder they say how fussy I am, but I guess it’s just better than thinking with two balls between your legs. I speak a question, asking about anything that I don’t know to answer my curiosity. That’s just because I don’t want to misjudge bout everything. Life is full of grey area dam man! You wouldn’t know for sure about something because you are nothing in this universe. You just a tiny little part of atom that can’t reach even world. That’s what a small tiny little brain of man would think about their opposite sex. A kind of man that wouldn’t have any ability to finish his college, because he doesn’t know how to make any difference between his girlfriend and a whore.

KETIKA OLA BERKATA “Mai Semikel Romense”

Itulah Ola seorang mojang Bandung, fresh graduate yang baru saja lulus dari salah satu universitas swasta Bandung. Hijrah ke Jakarta untuk menjajal pengalamannya bekerja. Dengan modal kepolosannya suatu hari dia terpaks harus menyebutkan salah satu band Amerika yang akan tampil live di Jakarta “My Chemical Romance”.Yah fenomena hangat yang jadi trend untuk disuarakan oleh mahluk-mahluk Jakarta baik penggemar, penikmat, ataupun hanya sekedar pendengar saja. Karena Jakarta dalam minggu-minggu awal tahun ini akan di ramaikan oleh pertunjukan live,  musik-musik impor dari mancanegara. Ola yang nota bene mojang Bandung, jadi salah satu yang terlibat dalam hiruk-pikuk ramainya industri dunia hiburan Jakarta. Ola memang bekerja di salah satu perusahaan yang kebetulan ikut menyelenggarakan kuis hiburan tersebut. Dan sekarang jadi giliran dia yang terpaksa harus menelpon para pemenang kuis yang baru saja mendapatkan tiket gratis untuk menonton pertunjukan live band yang dipromotori oleh Java Musikindo itu. Sebetulnya memang bukan salah Ola yang memang tidak mengetahui apa-apa soal My Chemical Romance. Mungkin saja sehari-harinya Ola lebih akrab mendengar suara Aa Ariel dengan lagu Di Balik Awan nya dibanding lagu-lagu berbahasa asing yang belum tentu ia mengerti artinya. Sebetulnya ngga salah juga kalo dia cuman bisa menyebut Mai Semikel Romense dengan logat sunda kentalnya. Karena Ola hanya merupakan bagian dari pemuda-pemudi kota Jakarta yang mungkin bisa dibilang bingung dengan hiruk pikuk dan happening yang terjadi di keramaian dunia hiburan Jakarta. Dunia hiburan yang berbondong-bondong menjejalkan barang dagangan mereka untuk memeras kantong target market nya tanpa lengah sedikitpun. Karena setiap Ola berhenti di lampu merah dia hanya bisa menatap plang Besar yang terpampang di setiap sudut bertuliskan Maaii Semikel Romense, ejanya dalam hati…

THE FARCE OF MY MISINTERPRETATION

So…

Where do you want me to go? Here or there?

You keep silent

When you want me to smile? Now or then?

still keep silent

Who you want me to be? Lover or bitch?

left me silently

MY BLUEBERRY NIGHTS

At the end of every night a cheese cake and the apple pie are always completely gone. There's piece cobbler and chocolate mousse cake are nearly finish. But it's always a whole blueberry pie left untouched. So what's wrong with the blueberry pie? It's nothing wrong with the blueberry pie. People make another choices, you can't blame the blueberry pie, it's just no one wants it.

-jude law playin as jeremy-

PENJATUH CINTA

When I know that you’re not alone than I’am all alone

Siapa sangka si penjatuh cinta kali ini kecewa untuk kesekian kalinya. Padahal dulu ia sempat berjanji untuk tidak jatuh cinta lagi. Karena memang cinta yang selalu membawanya hidup, dan terakhir kali kudengar dia mau mati saja. Memang cinta yang tak bisa dihindarinya itu seperti cinta-cinta lainnya, hanya bisa jadi sedikit lebih banyak atau mungkin sedikit lebih kurang. Tapi lagi-lagi cinta yang memang sudah menjadi warnanya sehari-hari itu lah yang selalu membuatnya jatuh. Sudah kunasehati berulang-ulang untuk berhentilah sekali-kali mencinta! Buat apa buang waktu untuk menye-menye melulu. Tapi tetap saja, namanya juga si pejantuh cinta, dengan pembelaan tidak sengajanya ia jatuh cinta lagi. Dan begini lah akibat dari jatuh cintanya kali ini, kecewa. Dia bilang dia baru dibohongi (lagi?!?@#$), cuman bedanya kali ini ia dijebak ketika dia sedang belajar untuk tidak mudah jatuh cinta. Yeah so obvious, kataku. Tadinya memang ia tidak ingin percaya, atau memang belajar untuk meniadakan rasa di hatinya yang mulai menggelitiknya tidak biasa. Hingga tanpa disadarinya penyakit itu tumbuh inci demi inci menjalar ruas demi ruas dari otak hingga ke hatinya. Yah seperti yang lalu-lalu kini ia hanya bisa meringkuk dalam batas gelap rasanya. Sudah lah biarkan dia mengobatinya sendiri, dia juga sudah tau koq paracetamol terbaik untuk hatinya. Karena seperti biasa aku juga tidak bisa berbuat apa-apa jika si pejantuh cinta sudah jatuh sakit begini.

SEKENARIO HUJAN

Ayoo!! Ikut aku!! mariii kita menari! Tidakkah kau melihat riak hujan diluar sana mulai berseru nakal. Menunggu kita memercikan kaki kita di genangan-genangannya. Dan dengarkan lagi, coba kali ini kau arahkan telingamu pada gemuruh lagu sendu sang Guntur. Dia malu-malu, sangat malu-malu. Aneh, tidak biasanya sang Guntur tertidur. Apa mungkin memang sekenario hujan kali ini hanya bertempo pada sekedar simfoni lirih? Rintiknya pun semakin genit menjadi-jadi. Menggoda kita yang panik mencari kehangatan cinta disini. Sesaat saja sayang, biarkan sesaat saja, dan kuharap bukan untuk yang terakhir kali. Ayoo kita menari! Mengenang sebuah ciuman hangat dibawah hujan.

it's gonna be ok
it's just another way
of being unhappy
tomorrow i'll be fine
please don't waste our time
you're not lucky to be free

now i know
i was wrong about you
i still can't be without you

spending time
away from everything
only missing you

but it's gonna be ok
it's just another way
of being unhappy

-club 8-

SANG APRIL

Bersimpuh mengiba arwah jiwa para pejuang-pejuang Rama. Wahai pandita penghuni swarga loka. Basuhlah raga dosa penghuni jagad raya. Mengais rapuh serat-serat ratapan derita manusia. Bawalah hamba pergi, biarlah hamba mendamba kasih. Sepercik, meski setitik, berikan hamba bahagia. Makna ketulusan jiwa, kebebasan rasa. Hamba mohon bawalah hamba bersama....

Ketika sang April tidak lagi mengejumawahi perasaan putrinya. Itu juga ketika dia menangis mengiba rasa. Dan kembali sang April mencabik-cabik harapan papa, lagi, kembali, terulang, tapi mungkin tak sesakit dulu. Sudah pula terbiasa meluka. Tak sedikit waktu yang dilaluinya dijalanani dengan sepi. Meski riuh, tetap saja sunyi. Sang April merasa, “Ngga koq aku baik-baik saja” berucap dengan penuh ketegaran yang lebih terdengar sebagai ekspresi tidak peduli atas keprihatinan sang putri. Ada saatnya ketika Sang April pergi menjauh, hatinya yang begitu luruh mengutuk-ngutuk harapannya sendiri. Terkutuklah pilihan dan ucapannya, yang begitu menyangkal akan datangnya cinta. Sang April yang cukup membuat gelisah, menyisakan berbagai tanda tanya dan dilema. Sesungguhnya Sang April tidaklah bersalah, karena memang tiada janji, tiada pula tumbuh kewajiban untuk saling memuji. Tigalah putri sendiri menadahi rintikan hujan yang mungkin masih tersisa dari bulan April..

KOPI BUMBU ASAM LAMBUNG

Secangkir kopi pahit berbumbu rintik hujan dikala perih menghadang. Paduan yang dasyat. Aku pun mulai mual ketika si asam lambung ternyata tidak mampu berkompromi dengan kafein pelipur lara neuron-neuron otakku. Nah satu lagi nih, ditambah rempah-rempah manis pemikiran-pemikiran yang sedari tadi bergelayut di kepala, tentang kebodohan-kebodohan kaum adam. Mantaaappp... Aku pun mengais-ngais kebingungan tak berdaya ketika jiwa yang terbalut dalam tubuh wanitaku menangis tidak karuan. Apakah masih tersisa sedikit percaya bahwa memang antara aku dan mereka bisa saling bicara. Kali ini yang benar-benar bicara dalam satu bahasa, tidak perlu mengulang tidak perlu penekanan, interupsi, maupun motivasi-motivasi terselubung, dan yang paling penting tidak perlu penterjemah ataupun buku-buku tips yang menyimbolkan jenis kelamin kami dalam karakter-karakter planet. Masalahnya ini bukan hanya tentang ”dia”, tapi ini tentang dia-dia yang kemudian berkumpul secara kolektif dengan kecenderungan perilaku dan pola pikir yang sama sehingga terbentuklah koalisi yang berada dalam satu stereotipe. Sial, aku mulai kehilangan kacamata ke objektifanku. Kemana...kemana larinya referensi?!@#$ aku butuh referensi baruuuu. Ayo dong kalian!! Bersikaplah lebih dinamis seperti yang sudah terungkap dalam teori-teori sosiologi soerjono soekamto. Bahwa manusia sebagai mahluk sosial itu bla..bla..blaa..similikiti..bala..bala..